-->

Alasan game gameloft buluk



Mungkin buat kalian gamers dari zaman hp Java dan Symbian tidak asing lagi dengan developer dan publisher game mobile yaitu Gameloft. Pada awalnya, Gameloft didirikan pada tahun 2000 oleh orang orang yang juga mendirikan Ubisoft, itulah alasan mengapa game Ubisoft yang di porting ke Mobile di publish dan di develop oleh Gameloft.
Tapi kenapa baru baru ini game keluaran Gameloft kok buluk dan kebanyakan cash grab  ??
Berikut alasanya :


1. Akuisisi 

Seiring berkembangnya pasar game mobile, maka kebutuhan pengguna akan game mobile pun meningkat. Gameloft yang merupakan anak tangan dari ubisoft pun akhirnya di Akuisisi oleh Vivendi, hal ini menyebabkan beberapa game Ubisoft lepas lisensinya, sebut saja Assassin's Creed series dan Brother In Arms. Walaupun beberapa game Ubisoft juga di beli oleh vivendi tapi nampaknya vivendi berbeda visi dengan ubisoft tentang mobile game.

2. Multiplayer dan Energy System



Seperti saya sebutkan di atas, adanya perbedaan visi antar Vivendi dan Ubisoft menyebabkan game buatan Gameloft yang harusnya kuat di singleplayer di ubah menjadi multiplayer yang mengharuskan selalu terkoneksi ke internet, cukup di sayangkan. Tapi kalo hanya multiplayer doang gapapa, ini di tambahkan system energy juga, banyak game gameloft yang aktifitasnya di batasi energy, seperti Modern Combat 5, Gangstar : New Orleans, Dead Rivals, dan Dungeon Hunters Champion. Bayangkan saja, full energi hanya untuk 5x main, busuk memang.


3. Microtransaction



Kalau kalian merasa energy system sudah cukup busuk, tunggu sampai kalian tau betapa Kapitalisnya gameloft, bayangkan saja, sudah di batasi energy, main harus online terus, beberapa item harus di beli dengan uang asli. Memang tidak separah EA, tapi untuk ukuran mobile gaming yang harusnya kuat di singleplayer microtransaction Gamoleft udah gasehat bung.


4. Lisensi


Banyak game gameloft yang saat itu di pegang ubisoft lisensinya tidak di beli vivendi, jadi banyak game bagus dari gameloft yang terbengkalai dan di paksa di matikan, beberapa contohnya adalah Sacred Odyssey, Order and Chaos, Six Guns, TDR hingga Fast Five. Walaupun beberapa game lisensinya juga dibeli semisal Gangstar dan Modern Combat tapi di series terbaru mereka jadi buluk men, Modern combat yang harusnya Bersifat single player di series terbarunya malah di buat game perang ala ala overwacth versi low budget, bayangin matchmaking lama, sinyal tidak stabil, kalo mau kuat harus beli pack. Itu baru satu game, belum lagi Gangstar, yang harusnya open wolrd di series terbarunya hanya mirip walking simulator yang di batasi energi, nggak ada misi yang bagus dan gabisa Freeroam pula.


5. Konklusi


Nampaknya kebiasan Vivendi dalam microtransaction akhirnya membuat mereka kapok, pada Februari 2018 sahamnya turun dan keuntungan dari gameloft menurun drastis. Pada akhirnya saham gameloft di bagi 2 dengan Ubisoft kembali. Uniknya, Tencent juga tertarik untuk membeli saham Gameloft dan Alhamdulillah, akhirnya Tencent kerja sema dengan Ubisoft dan Gameloft, ubisoft yang pernah mempublish Call Of Duty akhirnya kembali bekerja sama dengan Activision dan Tencent untuk membuat game Call Of Duty : Legend. Kita tunggu saja Game nya rilis tahun sekarang dan mari berharap semoga tidak buluk. OwO

0 Response to "Alasan game gameloft buluk"

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung ke Techno-How? jika ada pertanyaan silahkan komentar kami akan menjawab secepet yang kami bisa dan diharapkan untuk memakai bahasa yang sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel